Nama : David Indra A
|
JOBSHEET
|
Pelajaran : TKJ
|
Kelas : XII TKJ 2
|
Konfigurasi
DHCP SERVER
|
No Absen : 09
|
Guru : Maman Hariana
|
Tanggal : 10 Januari
2017
|
A.
PENGERTIAN DHCP SERVER
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis
arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP
dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus
memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di
jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan
mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP,
banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default
gateway dan DNS server.
1.
Fungsi DHCP SERVER
·
DHCP memiliki fungsi utama
mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung
dengan jaringan komputer
·
DHCP akan memberikan kemudahan
bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena
alokasi IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja
·
DHCP server selain bisa memberikan
IP address secara dinamik, juga bisa memberikan IP address secara statis kepada
client yang terhubung ke jaringan komputer
·
DHCP memberikan kemudahan dalam
proses komunikasi data antar komputer
B.
Pengertian WEB SERVER
Server web atau yang dalam bahasa inggris disebut web server adalah
merupakan perangkat lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk menerima
permintaan (request) berupa halaman web melalui protokol HTTP dan atau HTTPS
dari client yang lebih dikenal dengan nama browser, kemudian mengirimkan
kembali (respon) hasil permintaan tersebut ke dalam bentuk halaman-halaman web
yang pada umumnya berbentuk dokumen HTML.
1. Fungsi WEB SERVER
Fungsi utama dari web server adalah untuk
mentransfer atau memindahkan berkas yang diminta oleh pengguna melalui protokol
komunikasi tertentu. Oleh karena dalam satu halaman web biasanya terdiri dari
berbagai macam jenis berkas seperti gambar, video, teks, audio, file dan lain
sebagainya, maka pemanfaatan web server berfungsi juga untuk mentransfer
keseluruhan aspek pemberkasan dalam halaman tersebut, termasuk teks, gambar,
video, audio, file dan sebagainya.
C.
Pengertian DNS server
·
Merupakan sistem database yang
terdistribusi yang digunakan untuk pencarian nama komputer di jaringan yang
menggunakan TCP/IP. DNS mempunyai kelebihan ukuran database yang tidak terbatas
dan juga mempunyai performa yang baik.
·
Merupakan aplikasi pelayanan di
internet untuk menterjemahkan domain name ke alamat IP dan juga sebaliknya.
·
Komputer yang terhubung dan
memiliki tanggung jawab memberikan informasi zona nama domain anda, merubah
nama domain menjadi alamat IP dan juga memiliki tanggung jawab terhadap
distribusi email di mail server yang menyangkut dengan nama domain.
·
Aplikasi yang membantu memetakan
host name sebuah komputer ke IP address pada aplikasi yang terhubung ke
Internet seperti web browser atau e-mail.
1.
Fungsi DNS SERVER
·
Menerjemahkan nama-nama host
(hostnames) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama
tersebut mudah diingat oleh pengguna internet.
·
Memberikan suatu informasi tentang
suatu host ke seluruh jaringan internet. DNS memiliki keunggulan seperti:
1.
Mudah, DNS sangat mudah karena
user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup
host name (nama Komputer).
2.
Konsisten, IP address sebuah
komputer boleh berubah tapi host name tidak berubah. Contoh:
– unsri.ac.id mempunyai IP 222.124.194.11,
kemudian terjadi perubahan menjadi 222.124.194.25, maka disisi client
seolah-olah tidak pernah ada kejadian bahwa telah terjadi perubahan IP.
– Simple, user hanya menggunakan satu nama
domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
D. Alat
dan Bahan
1. PC/Laptop
2. Software
Virtualbox
3. File ISO Ubuntu
Server
4. File ISO Windows
Xp
5. koneksi internet
E.
Langkah kerja Konfigurasi DHCP SERVER
1.
install DHCP3 SERVER dengan
cara ketik : apt-get install dhcp3 server
2.
mengedit file dhcp3 server dengan
cara : nano [spasi]/etc/dhcp/dhcpd.conf
3.
setelah masuk di
“nano[spasi]/etc/dhcp/dhcp.conf” cari bacaan seperti dibawah ini lalu edit :
a.
Waktu sebelum diedit :
# A slightly different
configuration for an internal subnet.
# subnet 10.5.5.0
netmask 255.255.255.224 {
# range 10.5.5.26
10.5.5.30;
# option
domain-name-servers ns1.internal.example.org;
# option
domain-name "internal.example.org";
# option routers
10.5.5.1;
# option
broadcast-address 10.5.5.31;
#
default-lease-time 600;
# max-lease-time
7200;
#}
b.
Sesudah Diedit : *Nb:Hapus Tanda Pagar agar dapat difungsikan
# A slightly different configuration for an
internal subnet.
subnet 192.168.10.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.10.2 192.168.10.254;
option domain-name-servers ns1.8.8.8.8, 192.168.10.1;
# option domain-name
"internal.example.org";
option routers 192.168.10.1;
option broadcast-address 192.168.10.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
Setelah diedit lalu simpan dengan cara CTRL + O, lalu CTRL + X
4.
Menentukan interfaces / Lan Card
yang terhubung ke Client (eth1)
ketik : # nano
/etc/default/isc-dhcp-server [ENTER]
a)
Sebelum diedit :
# On
what interfaces should the DHCP server (dhcpd) serve DHCP requests?
# Separate
multiple interfaces with spaces, e.g. "eth0 eth1".
INTERFACES=""
b)
Sesudah diedit :
# On what interfaces should the DHCP server (dhcpd) serve DHCP
requests?
# Separate
multiple interfaces with spaces, e.g. "eth0 eth1".
INTERFACES="eth1"
Lalu simpan dengan cara CTRL + O, kemudian CTRL + X
5.
Restart service DHCP
ketik: # service[spasi]isc-dhcp-server[spasi]restart
[ENTER]
# /etc/init.d/networking[spasi]restart [ENTER]
6.
Kemudian
buka os windows XP pada Virtual Box kalian apakah sudah berhasil atau belum.
Connectionnya wajib di obtain, kemudian di disablekan dahulu lalu enablekan
kembali. Lihat hasilnya jika kalian sudah berhasil membangun DHCP :
7.
Selesai Semoga kalian Berhasil.








0 comments:
Post a Comment